Kemarin ada presentasi dari Universitas Nagoya bertempat di ruang multimedia Labtek6. Jadwalnya sih mulai jam 9.30. Saya pun berusaha tepat waktu datang ke sana, mengingat yang sudah sering kita dengar salah satu karakter orang Jepang itu sangat menjunjung tinggi budaya on time. Eh, sampai sana tepat jam setengah sepuluh koq ruangan masih sepi. saya coba husnudzon, mungkin panitianya yang terlambat mempersiapkan. Lha… koq jadinya malah prasangka buruk pada bangsa sendiri. Hehe…
sekitar 15 menit menunggu di dalam akhirnya delegasi dari universitas datang juga. Mereka terdiri dari 3 orang cowok dan seorang cewek. Dengan bahasa Inggris yang agak terbata-bata, salah seorang pemateri membuka acara dengan menceritakan sedikit tentang kota Nagoya. Secara sekilas, kota ini merupakan ibukota dari prefectur Aichi dengan populasi terdapat ke-4 di Jepang. Dari levelnya, termasuk kota besar dan salah satu kota industri di negeri sakura. Mau bukti? di kota inilah tempat bermarkasnya salah satu raksasa otomotif dunia, Toyota Motor Corp. Kata si mas itu lagi, pihak universitas memiliki relasi yang kuat dengan perusahaan tersebut. Salah satu buktinya, Salah satu Auditorium yang mereka miliki merupakan hasil kerja sama antara kedua institusi tersebut. Yang lain, Nagoya memiliki stasiun subway yang mencatatkan diri di buku rekor sebagai satsiun tertinggi, sekitar 240-an meter (kapan yach.. Satasiun Gubeng bisa seperti itu? hihi…)Selain itu, di kota ini terdapat beberapa industri perangkat otomasi industri semacam PLC (Kalo yang ini sih bukan dari mas pemateri, melainkan dari salah seorang teman dari Fisika Teknik yang pernah 1 tahun sekelas saat TPB, yang pernah menghabiskan masa sekolah dasar dan menengah di sana mengikuti ortunya yang sedang menyelesaikan s3 di universitas tersebut. Wew… ) Meski tergolong kota Indstri, namun Nagoya masih mampu menjaga keseimbangan alamnya. Di daerah pinggiran kota masih bisa dijumpai area pegunungan dengan suasana yang sejuk dan pemukiman yang sangat asri. Sungai nya juga masih jernih belum tercemar. Ckckckckck…..
Next, presentasi tentang kampus. cukup singkat juga sih. sekitar 15 menit-an si pemateri mempresentasikan sekilas lingkungan kampus. Katanya ada sedikit kemiripan dengan ITB. dari mananya? di dekat kampus terdapat Kebun Binatang. Hal itu diamini teman saya tadi yang waktu di sana sempat mengunjungi kampus tersebut (Argh… pengeeeennnn….). Lokasi kampus ada 2, Tsurumai dan Daiko. Beberapa fasilitas yang mereka miliki juga dibeberkan kepada kami seperti Nagoya Dome sebagai lapangan Baseball, pusat pendidikan untuk mahasiswa asing, dan beberapa dormitory. Kayaknya untuk urusan mencari tempat tinggal bukan hal yang sulit. Selain dormitory tersebut, terdapat beberapa kontrakan yang tersebar di sekitar kampus dengan harga yang relatif murah. Tentunya bila dibandingkan dengan kota-kota lain di Jepang seperti Tokyo. Beberapa orang profesor di sana sudah pernah mendapatkan Nobel. Wuih… Dan kayaknya yang paling mereka banggakan adalah Laboraturium Material Science yang mereka miliki. Kata teman saya itu lagi, untuk bidang studi ini Nagoya University-lah yang paling unggul di antara universitas lain di Jepang.
Nah, giliran pemutaran video. Ceritanya seputar pengalaman beberapa mahasiswa asing yang sedang menjalani studi di sana. Jangan tanya perasaan mereka bagaimana. Pasti bisa ditebak, dengan segala fasilitas dan kemudahan yang ada mereka merasa enjoy bisa menjalani pendidikan di sana. Yang ditayangkan secara eksklusif adalah profil mahasiswi ITB yang sedang studi di sana. Yang saya ingat dari uraian si cewek itu, salah satu yang membuat ia terkesan adalah kultur di sana. Pernah suatu saat sedang menunggu angkutan umum. Nunggunya tidak lama (tidak seperti di sini, katanya…), akan tetapi terlambat setengah menit saja si angkutan sudah ngeloyor.
Habis itu selanjutnya sesi tanya jawab. Kayaknya ini yang paling lama. padahal di handout hanya 5 menit. Eh… sampai acara bubar pun masih banyak peserta yang mengerubuti keempat mas dan mbak itu dengan berbagai pertanyaan, termasuk saya. Hihi…
Cuma ada hal unik menurut saya (karena baru kali ini pemandangan ini saya jumpai sendiri) terjadi saat sesi tanya jawab. Saat ada peserta mengacungkan jari memberi pertanda ingin bertanya, pemateri yang membawa microphone secara langsung memberikan mic itu kepada penanya, bahkan sambil berjalan tergesa-gesa. Tidak jarang mereka membawakan buku panduan mereka kepada penanya sambil menunjukkan bagian yang ada sebagai jawaban. Ini yang membuat saya cukup kagum. Begitu tinggi penghormatan yang mereka berikan saat memberikan pelayanan. Tidak jauh berbeda dengan cerita yang pernah saya baca dari situs beritaiptek tentang pengalaman seorang peneliti indonesia saat kuliah di sana.
Entah dalam rangaka apa koq saya lihat akhir-akhir ini di kampus banyak kedatangan tamu perguruan tinggi asing untuk presentasi. Beberapa hari sebelum ini, pernah ada presentasi dari Tokyo Institute of Technology. Baru beberapa hari pengumuman saja tempat sudah terbooking habis. Habis itu ada lagi, kalo nggak salah dari Taiwan. Setelah itu giliran perguruan tinggi dari Perancis yang menyerbu kampus. Klo yang ini kayaknya bukan yang pertama kali datang. Sudah beberapa kali mereka mengunjungi ITB. Hmmm…. kira – kira dari mana lagi ya yang akan berkunjung?
yoi blognya keren om… keren abis gaul abis
By: errick on November 20, 2008
at 6:17 am
ternyata doni pemburu beasiswa juga. tadi siang ikut nonton presentasi beasiswa dr kaust ga? keren lho
By: mahasiswanegarawan on December 2, 2008
at 12:24 pm