Hari sabtu pukul 8 pagi saya sudah stand-by di halte Pal Putih. Dari kosan teman tempat persinggahan sementara selama 2 bulan tinggal jalan kaki 300 meter-an, nyampe SPBU Kramat di ujung gang lalu nyebrang lewat jembatan layang. Hari itu saya memutuskan untuk mengisi weekend di jakarta, tidak seperti minggu-minggu sebelumnya yang selalu pulang ke Bandung. Selain menghemat anggaran, sebenarnya ada alasan lain yang lebih jadi pertimbangan. Tiap kali pulang ke Bandung tidak pernah kebagian tempat duduk di kereta. Saya kira itu cuma kejadian yang cuma insidental. Ternyata hal itu ternyata sudah menjadi “ritual” rutin sebagian warga ibukota dalam menghabiskan waktu libur akhir pekan mereka. Mau nggak mau saya harus ikut arus
( . Sebenarnya saya sudah pasang strategi untuk menghadapinya. Saya coba untuk datang ke loket stasiun lebih awal, beberapa jam sebelum keberangkatan. Sampai sana, ternyata loket yang di sebelah atasnya tertulis “Parahyangan” sudah rame diserbu para calon penumpang. Dan begitu tiket sudah saya terima, tetap saja seperti minggu-minggu sebelumnya. Pada bagian kolom no kursi tertulis ‘Tanpa tempat duduk’. Yah.. Capek Dech… Saya sempat heran, koq begitu cepatnya tiket tersebut ludes mengingat menggunakan sistem penjualan langsung. Pas nanya salah seorang penumpang yang dapat kursi, dia bilang kalo belinya pas hari kemaren. Ealah… pantesan…
Akhirnya saya coba merasakan liburan di sini. Yang jelas tidak mungkin cuma luntang lantung di dalam kosan sejak pagi sampe mau tidur. Sama saja dengan ‘membunuh diri sendiri’, apalagi ditambah semua penghuni kosan pada keluar dengan acara masing-masing. Entah kenapa koq tiba-tiba ide itu terlintas di benak saya. Ingin mengetahui sampai mana sih coverage area dari bus transJakarta. Hmm.. kupikr boleh juga. Selain murah (hanya dengan 3500 perak bisa keliling ke mana-mana), perjalanan nggak bakalan cukup melelahkan karena suasana di dalam cukup safety. Dari halte Pal Putih ke arah selatan lewat kampus FKUI di daerah salemba lalu transit di Matraman. Dari sana oper ke arah Dukuh atas lalu transit lagi di Sudirman. Oh… ini toh daerah yang sering di-shoot kamera reporter TV itu. Lanjut lagi ke arah Jakarta selatan melewati senayan, Polda Metro, dan berakhir di Blok M. balik lagi ke Dukuh atas pindah ke arah Ragunan. Ternyata beberapa beberapa gedung pemerintahan masih ada si sini kaya’ Departemen Kesehatan, departeman Pertanian, dan juga kantor DPP PKS di Mampang Prapatan. Di sini perjalana berakhir di Kebon Binatang Ragunan.
Hmm… ternyata masih belum puas saya. Masih jam 9 pagi, time’s still so long. Lanjut Mas… Mengambil rute yang sama tapi terus ke arah Monas dan Transit di Harmoni Central Busway. Dari sana terus meluncur ke Arah Barat lewat Stasiun Televisi Indosiar di daerah Daan Mogot dan berakhir di Kali deres. Ini rupanya tujuan yang ditempuh dari arah Pulogadung tempat saya ngetem sehabis pulang dari tempat KP. Lumayan jauh juga, dari Timur ke Barat. Beberapa jam berdiri di dalam akhirnya kaki ini capek juga. Akhirnya perjalanan ini harus diakhiri
.
Setidaknya selama kurang lebih 2 bulan jadi rakyat ibukota ada tempat baru yang dikunjungi. Biar nggak itu-itu saja yang dilalui tiap senin sampe jumat, jalanan Pulogadung yang macet, sumpek, Panas, dan banyak polusi. Cukup bisa dibuat refreshing, melakukan sesuatu yang berbeda dari rutinitas. Apalagi pernah baca buku katanya dengan melakukan perjalanan mengunjungi tempat baru bisa membuat kita menjadi lebih dewasa dan bijak. Tapi saya pikir tidak akan berhenti sampe di situ. Masih banyak tempat baik di negeri ini maupun di seberang sono yang menjadi obsesi untuk saya pijak tanahnya, ntah besok, Lusa, atau suatu saat nanti.
New Places… i coming…
[...] Rp.3500 buat keliling jakarta (asal balik lagi sebelum nyampe ujung koridor [...]
By: Transjakarta Busway Map « KP Elektro ITB 2005 on July 25, 2008
at 8:51 am
@Transjakarta Busway Map « KP Elektro ITB 2005
saya dulu dua kali nyampe ujung (Blok M dan Ragunan), jadinya bayar lagi.
By: afromadhoni on July 25, 2008
at 10:38 am